Sabtu, 31 Juli 2010

START!

@ Depok already.

Tomorrow I'll start new collegian activity, vocal group.
From 8 am till 3 pm.


pray for me! :D

Senin, 26 Juli 2010

One Year Ago

I just typed this uhmmmm.. 1 year ago. Forgot to post it in my nilasukmawati.com at that time.
Just wanna share an old story…

30 September 2009 pukul 17.16
Saya sedang menonton TV sambil makan kue sisa lebaran.
Mama saya sedang menyiram tanaman.

30 September 2009 pukul 17.25
Saya buka twitter, ada berita dari Breaking News :
BULLETIN – TSUNAMI WARNING CENTER SAYS 7,7-MAGNITUDE EARTHQUAKE ROCKS INDONESIA.

SAYA SHOCK!
dan langsung ngasi tau ke mama.

30 September 2009 pukul 17.30
Kakak saya di Muaro Bungo nelpon Mama,
Kakak : Ma, Jambi kena gempa gak?
Mama : Hah? gempa?! gak kerasa…
Kakak : Masa iya? disini getarannya kuat banget, tadi semua langsung keluar rumah.
Mama : Aduh… Tapi gak ada apa-apa kan? Ada yang rusak?
Kakak : Gak ma…
lalu, blablablabla


Lalu, saya buka MetroTV.
yap! gempa terjadi (lagi) di Sumatera Barat. Kabar masih kabur, tapi tsunami warning udah dicabut. Alhamdulillah.
Tapi, gimana keadaan di Sumbar sana?

Saya emang gak punya keluarga di Sumbar, tapi Sumbar punya kedekatan dengan Jambi. Di Jambi, orang Sumbar bertaburan. Bahkan teman-teman saya pun kebanyakan orang Sumbar.

Tiba-tiba, saya teringat dengan Kakek dan Nenek saya yang tinggal tepat di perbatasan Jambi-Sumbar. Saya telepon Tante saya yang tinggal disana. Dia bilang, getaran gempa kuat sekali… Semua orang lari keluar rumah.

KOK SAYA BISA GAK NGERASA?

Saya SMS temen saya, Pipit (dia tinggal deket rumah saya). Dia bilang getaran gempa kuat banget.

kalo di Jambi aja getaran kerasa kuat banget, apalagi di Sumbar!

Lalu, MetroTV bilang : gempa di Sumbar meluluhlantakkan Padang dan Pariaman.

Saya sedih,
Saya nangis.
Karena kita semua saudara.

TV dirumah saya gak lepas dari MetroTV.



1 Oktober 2009
Saya sekolah seperti biasa, tapi kabut asap luar biasaaaaaaa tebalnya.
Nafas saya sesak sekali waktu lagi di motor.
Nyampe sekolah, Rahmi teman saya cerita, Adek sepupu dia hilang waktu lagi bimbel. Muka Rahmi sembab, mata dia berkaca-kaca. Pasti dia sedih banget.
Waktu masuk jam pertama, guru-guru ngumumin kalo kami dipulangkan. Kabut asap tebel banget. Kami bersorak-sorai waktu itu (maaf). Saya, Erika dan Tia pengen main ke rumah Novia, sekalian nunggu hujan berhenti.

1 Oktober 2009 Pukul 08.45
Saya dan teman-teman ngegosip, biasalaaahhh… sekaligus cerita-cerita soal gempa.

1 Oktober 2009 Pukul 08.50
Mama Novia nelpon, katanya ada gempa lagi.
KAMI SHOCK!
Kami gak ngerasa getaran apa pun.
Kami buka MetroTV (thanks for their news), BETUL SEKALI!
Gempa mengguncang Jambi, 7,0 Skala Richter. Pusatnya di Sungai Penuh.
Astaghfirullah!
Saya nelpon Mama, dan ternyata Mama juga ngerasa getaran gempa yang kuat banget. Mama pesan, ati-ati.


Saya dan teman-teman masih terus nonton berita, ngeliat betapa menderita korban gempa.


Sorenya, saya SMS Rahmi, nanya soal kabar adiknya yang dia ceritain hilang.
Rahmi balas SMS saya,
“Alhamdulillah adek rahmi selamat karena dia selangkah lebih maju dari Almarhum temennya. Dia termasuk 18 anak bimbel yang selamat, dan 60 anak meninggal. Ini bener-bener mukjizat. Tapi adek aku trauma banget. Soalnya dia liat langsung tapi gak bisa nolong sahabatnya yang meninggal ketimpa bangunan yang jaraknya cuma 1 langkah di belakang dia.”

CAN YOU IMAGINE THAT?
Apa yang lebih menyedihkan dari ngeliat sendiri sahabat kita meninggal 1 langkah dibelakang kita, dan kita gak bisa ngelakuin apa-apa?

Minggu, 18 Juli 2010

Bersyukur

Tetangga : "Nila, jadinya lanjut kuliah dimana?"
Saya : "Insya Allah di UI, bu. Si X (anaknya tetangga) lanjut kemana?"
Tetangga : "Alhamdulillah ya, kamu dapat UI. Si X ga lanjut kuliah, langsung kerja aja. Ga ada biaya. Padahal dia pengen banget kuliah, tapi ya mau diapain kan kalo ga ada duit?"
Saya : (terdiam)

...Saya memang harus banyak bersyukur kepada Allah.

Terkadang saya tidak tahu diri, dan lupa bersyukur.

Jumat, 16 Juli 2010

Hambe

Saya punya seorang teman. Untuk menjaga ke-privacy-an teman saya ini, kita sebut saja namanya “HAMBE”. Kenapa Hambe? Entahlah saya juga tidak mengerti. Yang jelas Hambe ini luar biasa.

Saya mengenal Hambe sejak kelas 1 SMA karena Hambe ditempatkan di kelas yang sama dengan saya.
Hambe mencuri perhatian saya karena ketika pertama kali perkenalan, Hambe membuat seisi kelas terharu (bahkan sebagian menangis) karena kisahnya.
Tiga tahun mengenal Hambe, saya tahu bahwa Hambe sangat hebat.

Saat semua orang tidak peduli dengan kelas, Hambe tetap peduli dan semangat.
Saat semua orang sedang emosi, Hambe masih sanggup mengatakan “Sabaaaaar”.
Saat semua orang datang ke sekolah jam 8, Hambe datang jam 7.
Saat semua orang pulang dari sekolah jam 4, Hambe pulang jam 5.
Saat semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, Hambe masih tetap membantu.
Saat semua orang berpikiran untuk mencari Universitas top, Hambe malah ingin bekerja membantu keluarga.

Hambe tidak mau berkata tidak, kadang saya kasihan dengan Hambe yang “terlalu” baik.
Tapi Hambe selalu mengambil sisi baik dari semua hal, dan berkata “Allah yang bakal balas”

Saya sering pulang sekolah dengan Hambe, sebangku dengan Hambe.
Hambe sering cerita banyak kepada saya, seringkali ceritanya sedih. Oleh karena itu, saya terkadang nyuekin Hambe. Saya sering ingin menangis bila Hambe sedang cerita.

Hambe adalah orang yang tegar. Tiga tahun dekat dengan Hambe, saya cuma pernah sekali melihat Hambe menangis. Hambe menangis saat pensi kelas nyaris batal, padahal Hambe sudah bekerja keras.
Saat Hambe menangis, saya ikut menangis.

Saat ada kesulitan, seisi kelas langsung minta tolong Hambe. Hambe serba tahu. Hambe sering dijuliki “Google”.

Sekarang, saya akan kuliah di Depok. Hambe tetap di Jambi.
Pasti sepi kalau tidak ada Hambe.
Tidak ada gudang cerita.
Tidak ada yang selalu siap sedia menemani kemana saja.
Tidak ada yang menenangkan kalau saya sedang emosi.
Tapi saya akan selalu ingat Hambe, selalu.
Terima kasih, Hambe.

Do You Know Why You Are Stupid?

Because you forget the Alhadits and Koran.
Because you forget what Allah and His prophets taught us.

- a quote from “5 Menara”-

Kamis, 15 Juli 2010

Sebuah Pilihan

Kuliah.
Dulu saya menganggap orang yang sudah memasuki masa kuliah itu sudah sangat dewasa, dan sekarang tiba-tiba saya sudah harus memasuki fase itu.
Kuliah.
Pilihan. Memilih. Ada pro kontra dari orang sekitar tentang pilihan jurusan.
Kuliah.
Saya memilih jurusan, jurusan artinya masa depan dan arah hidup.
Kuliah.
Saya mendapat undangan PMDK, dan saya mengajukan PMDK Universitas Impian saya.
Kuliah.
Saya diterima PMDK di Universitas Impian.
Kuliah.
Faculty of Computer Science, Information System.
Kuliah.
University of Indonesia.
Kuliah.
Saya sudah memilih, jangan ganggu saya. Saya sedang dalam proses untuk masa depan saya.
Saya sudah memilih.

Rabu, 14 Juli 2010

Another Blog?

Assalamualaikum.

hi world!

It’s me, Nila. This is my 3rd blog actually. My previous blogs was www.dodolbasigaklaku.blogspot.com, which is sooooooooooooo high school and lil bit alay *LOL, and www.nilasukmawati.com, I got domain .com because I joined DataPrint Academy 2009. But, I never updated it anymore because I just got bored with BLOG STUFFS at that time.

Now, I am coming with new blog!

I’ll tell my college life here and I’ll tell my story in Bahasa Campur-Campur, depend on my mood.

Sorry, if you got grammar mistakes in my posting. My grammar’s suck!

Just enjoy my blog, :love.